mayadefitri

Monday, October 22, 2007

REDAM EMOSI PATAH HATI, dengan menulis

Yang terpenting adalah kontrol emosi dan keluarkan dengan cara yang benar, tanpa merusak ato menyakiti. Bagaimana caranya?
1.Cari tempat yang sunyi. Bawa bolpoin dan kertas. Tulis semua keluh kesah dan beban pikiran, bahkan pula umpatan. Jangan berhenti menulis sampe benar2x lelah ato tak ada lagi yang bisa ditulis. Setelah itu berhenti menulis dan jangan berpikir lagi tentang apa yang telah dilakukan.
2.Hari berikutnya, lakukan hal yang sama. Simpan kertasnya, lakukan lagi untuk hari berikutnya.
3.Hari ke-4, baca semua yang pernah ditulis, lalu cari tempat yang aman untuk membakarnya. Hayatilah bahwa pada saat kertas tersebut jadi abu, saat itulah emosi juga hilang. Dengan perasaan yang lebih ringan dan emosi yang stabil, sekarang bisa konsultasi dengan orang lain. Kita juga bisa berpikir jernih dan ambil keputusan dengan pikiran jernih.
(catatan: diambil dari Minggu Pagi eds. Mgg II oktober 2007)

Hahaha, dulu aku memang sering juga melakukan seperti itu. Kadang nulisnya di sobekan-sobekan kertas yang akhirnya aku kumpulkan pake penjepit besar, lalu disimpan di kardus yang berisi tumpukan buku-buku dan kertas. Naruhnya di tumpukan bawah yang jarang kita lihat dan jarang pula kita buka. Sekali-sekali, saat bersih-bersih ato nyari file, kadang tiba-tiba nemukan tulisan itu lagi. Iseng-iseng, baca-baca lagi. Ya, hanya iseng sebagai hiburan. Dan biasnya aku akan terkesima sendiri, betapa aku bisa menulis dengan cara seperti itu. Exciting. Bagus juga, karena emang bener2x dari dalam hati. Bisa menggambarkan perasaan atopun situasi dengan detail. Sesekali bisa cari inspirasi dari situ. Kalo gak lagi patah hati, boleh jadi malah susah untuk bisa nulis sebagus itu.
Kadang pula, tulisan2x itu tak aku simpan, tapi aku bakar, ato aku sobek kecil-kecil. Lalu, aku “larung”. Kadang, nge-larungnya di kali depan rumah, ato di sungai yang lebih besar, dengan imajinasi bahwa bangkai kertas itu akan sampai ke Laut Selatan dan hilang entah kemana (Hehehe…nyampe ke Nyi Roro Kidul, nkali, ye!!) Pernah juga kertas itu bener-bener aku larung diLaut Selatan, seperti kalo orang-orang nge-larung sesaji, hehehe. Hmmm…..sesajiku adalah kelegaanku untuk menghilangkan semua beban itu….
Anda juga lagi emosi patah hati? Coba aja cara itu!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home