mayadefitri

Wednesday, September 06, 2006

BACAAN SARU DAN BUDAYA BACA

Waktu saya ajak mampir sebentar ke penjual kertas loak,
seorang ibu berumur 40 tahun yang bersama saya berbelanja
ke pasar, tiba-tiba tertarik untuk membeli beberapa
majalah bekas adari sebundel majalah yang sedang saya
pegang. Sempat saya terheran kenapa tiba-tiba ibu
sederhana lulusan SMP yang sehari-hari disubukkan dengan
urusan domestik ini menjadi ingin membeli majalah. Ketika
saya peringatkan bahwa ini hanyalah “majalah
saru” ternyata ia punya kesadaran penuh bahwa
tentang tipe majalah itu. Ya, majalah ini banyak
menampilkan hal-hal yang erat kaitannya dengan seksualitas
dan supranatural.
Menyelisik lebih jauh mengenai “muatan”
majalah, memang majalah tersebut berisi seputar cinta,
seksualitas dan sensualitas sebagaimana umumnya bacaan
pria dewasa yang banyak dijumpai di kios pinggir jalan.
Sajian lainnya banyak ditempati oleh tema mistis dan
iklan-iklan layanan supranatural. Bagi sebagian orang,
bacaan seperti ini dipandang sebagai “bacaan bulshit
kelas rendahan”. Namun, diakui atau tidak, segmen
pembaca mereka tidak sedikit. Buktinya, banyak media yang
kental ramuan kriminalitas-mistis-supranatural, bahkan
beberapa media justru mengkhususkan pada tema tersebut.
Eksisnya media dengan tema khusus ini mengindikasikan
adanya pembaca setia yang menjadi konsumennya. Kalaupun
ada stratifikasi tingkat gengsi, dari kelas ecek-ecek
sampai kelas yang menggunakan kemasan dan bahasa yang
lebih elegan, toh tema besar yang diusung tak jauh
berbeda.
Begitu pun dengan majalah, tabloid, koran dan bacaan lain
yang mengeksploitasi tema seksualitas yang mengkalim
dirinya sebagai bacaan pria dewasa. Beberapa diantaranya
meramu dengan tema mistis-supranatural sehingga
iklan-iklan layanan suparanatural bertebaran dan menjadi
penyokong besar dalam gerak media tersebut. Berbagai
layanan prediksi masa depan, keberuntungan dan konsultasi
berbagai persoalan hidup dari sisi yang tidak kasat mata,
ditawarkan . Pada masa maraknya judi togel sekitar dua
tahun yang lalu, bahkan beberapa diantaranya memberi
jaminan bahwa ia mampu memberi prediksi angka agar tembus
empat angka dalam beberapa kali putaran. Untuk
janji-janji semacam ini saja mereka berani sesumbar
terang-terangan di media, apalagi untuk sekadar jual-beli
jimat. Dengan mahar sekian rupiah maka akan didapatkan
benda keramat yang diyakini mampu mendatangkan uang,
solusi hidup, kewibawaan dan kebahagiaan bagi pemiliknya.
Bagi mereka yang berfikir rasional, hal-hal semacam ini
jelas-jelas omong kosong yang menggelikan.
Terlepas dari persoalan rasional-irrasional, media seperti
ini ada di sekeliling kita. Oleh karena itu, yang terjadi
pada ibu rumah tangga sederhana yang digambarkan di depan,
boleh jadi ini merupakan kabar yang menggembirakan jika
dilihat dari kemauannya untuk mulai membaca. Seandainya
momen ini segera ditangkap atau diikuti dengan
bacaan-bacaan tema lain yang lebih tepat guna dengan
mengeliminir penyebaran cara piker menyesatkan, tentu
mnunculnya minat baca ini bias lebih memfasilitasi
seseorang untuk mengembangkan diri, baik secara personal
maupun social. Jika sampai ke arah situ, tentu akan sangat
lebih baik daripada sekadar mandeg pada tema seksualitas
yang dangkal dan takhayul yang melenakan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home